Buah Tin



وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ Demi Buah Tin dan Zaitun, وَطُورِ سِينِينَ Dan bukit Tursina, وَهَذَا الْبَلَدِ الْأَمِينِ Dan negeri ini yang terberkahi, لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ Sungguh, Kami telah ciptakan manusia dalam bentuk rupa terbaik... (Al-Quran 095:1-4)

Buah Tin yang menjelang matang dapat ditemui di bawah mentari musim panas di seluruh daratan Israel. Aromanya yang khas membuat harum udara musim semi, merebak mulai dari Caesarea Philippi di utara hingga ke Ein Gedi di selatan. Kata ‘Fig’ (fig fruit= buah Tin) adalah satu dari sekian kata dalam bahasa Inggris yang kemungkinan besar berasal dari bahasa Ibrani (Hebrew): paga, fig (tin) yang belum matang. Buah ini dijadikan nama dua desa di Mount of Olives (Bukit Zaitun). Pertama, Bethphage (Beit Pagi) yang berarti “rumah buah tin yang belum matang,” sebuah tempat yang dilewati Yesus sebelum memasuki Jerusalem (Matt 21:1, Mark 11:1, Luke 19:29). Kedua, Bethany (Beit Te’enah) yang berarti “rumah buah tin.” Di Bethany inilah, rumah Simon The Leper (Matt 26:6) dan Lazarus, Mary dan Martha (John 11:1), Yesus mengutuk sebuah pohon Tin yang berdaun tetapi tidak berbuah (Mark 11:12-14). Biasanya pohon Tin menghasilkan daun dan buah bersamaan, tetapi dalam kejadian ini tidak demikian. Pengunjung mungkin menemukan banyak pohon Tin liar yang buahnya tidak berasa, karena seperti tersebut di Proverbs 27:18, pohon Tin harus benar-benar dipelihara agar bisa menghasilkan buah yang baik. Buah Tin juga dikenal karena ekstraknya yang digunakan untuk meragi keju. Tuam (tapal) buah Tin bahkan sengaja dibuat untuk keperluan terapi raja Hezekiah (Isaiah 38:21). Yesus mengutip pohon Tin sebagai metafor tanda-tanda waktu, bahwa ketika “ranting-rantingnya menyebar dan daun-daunnya bermunculan, musim panas segera tiba” (Matius 24:32). ::A holy land Summer Fruit









Tin (Fig) adalah nama umum tanaman rambat (vine), perdu (shrub), atau pohon (tree) dalam genus Ficus dari family mulberry, Moraceae. Tin juga digunakan untuk menyebut “buah” --manis, dapat dimakan, berbentuk bundar lonjong-- pohon tin, Ficus Carica, yang memiliki nilai komersial. Daging yang lembut dari multi buah ini, sebenarnya memang multi buah (multiple fruit), tersusun dari banyak buah kecil yang berbentuk seperti benih (seedlike). Buah multi dari banyak species lain juga dapat dimakan, walaupun pada umumnya tidak dikonsumsi.

Disamping Ficus Carica, species Tin yang paling dikenal, species lainnya adalah banyans dan Pohon Tin Keramat (sacred Fig [Peepul atau Bo]).

Tin memiliki makna penting dalam konteks simbolik, religius, ekologis, nutrisi dan komersial. Daun Tin sering dipakai sebagai simbol modesty (kesederhanaan, kerendahan hati, kesopanan). Dalam Kitab Kejadian, Adam dan Hawa menutupi auratnya dengan daun-daun tin setelah kejatuhannya. Pohon Tin Keramat (the sacred Fig), Ficus religiosa, dianggap keramat oleh para pengikut Hinduisme, Jainisme dan Buddhis. Menurut legenda Siddharta Gautama duduk di bawah Pohon Bo (Bo Tree) ketika ia mengalami pencerahan.

Dalam biologi, Pohon Tin dan Tawon Tin (Fig wasp) memberi contoh bagus perilaku kooperatif melalui hubungan mutualisme keduanya. Tawon Tin yang sangat kecil menyerbuki bunga-bunga di dalam multi buah tin –biasanya satu species tawon tin untuk masing-masing species pohon tin—sementara multi buah tin menyediakan sumber makanan dan perlindungan aman untuk si tawon.

Buah tin sudah menjadi sumber makanan penting selama ribuan tahun. Buah ini dapat dimakan segar, kering, dan dibuat selai. Bukti-bukti menunjukkan bahwa pohon ini sudah dibudidayakan selama 9000 tahun.

Ficus adalah genus dari sekitar 8000 species pohon berkayu, perdu dan tanaman rambat dalam family Moraceae. Ficus dapat ditemukan di semua wilayah tropis dengan sebagian species menyebar hingga ke zona bertemperatur hangat. Sebagian besar speciesnya tidak mengalami gugur daun (evergreen) sementara sebagian lain yang tumbuh di wilayah dengan musim panas panjang mengalami gugur daun.

Genus Ficus dicirikan dengan “buah”nya yang berdaging (fleshy), tubuh yang menyerupai buah (fruit-like body [a syconium]), di dalamnya mengandung ratusan bunga-bunga kecil. Tubuh atau wadah yang menyerupai buah biasa dianggap sebagai buah, tetapi sebenarnya bukanlah buah atau lebih tepat disebut multi buah dimana bunga dan bibit tumbuh bersamaan membentuk suatu tubuh. Secara teknis, satu buah tin adalah salah satu dari banyak bunga yang tumbuh dari bibit yang sudah matang di dalam suatu wadah. Genus Dorstenia, juga dalam family Moraceae, menghasilkan bunga-bunga kecil serupa yang tersusun dalam suatu wadah, tetapi wadahnya lebih pipih dengan permukaan terbuka.

Dengan kata lain, multi buah tin terbentuk dari jenis inflorescence (susunan struktural bunga-bunga) yang beradaptasi khusus yang tumbuh di permukaan bagian dalam suatu wadah yang hampir tertutup atau syconium. Jadi, bunga-bunga pohon tin yang sesungguhnya tidak terlihat kecuali “buah” tin dibelah.

Syconium ini umumnya berbentuk gelembung dengan suatu bukaan kecil (ostiole) di bagian atas (apex) yang memberi akses pada binatang penyerbuk (pollinator). Bunga diserbuki oleh sejenis penyengat (tawon) sangat kecil yang merayap melalui bukaan mencari tempat cocok untuk bereproduksi (meletakkan telur). Tanpa bantuan penyerbuk ini, pohon tin tidak dapat bereproduksi melalui benih. Sebagai balasan, syconium menyediakan tempat berlindung aman dan sumber makanan bagi generasi tawon berikutnya.

Pohon Tin memiliki tiga jenis bunga berbeda: betina panjang, betina pendek, dan jantan. Tawon Tin hanya dapat meletakkan telurnya pada bunga-bunga betina pendek dan generasi tawon baru yang menetas dari telur-telur yang tertanam harus mengambil serbuk sari (pollen) dari bunga-bunga jantan sebelum tawon-tawon ini meninggalkan syconium yang menjadi tempat perlindungannya.

Pohon Tin hanya bisa berjenis monoicous (hanya pohon biseksual) –semua pohon menghasilkan multi buah biseksual dengan tiga jenis bunga; jantan, betina panjang dan pendek yang tumbuh di dalamnya—atau dioicous (pohon biseksual dan pohon betina terpisah) –sebagian pohon menghasilkan multi buah betina panjang dan sebgian lagi menghasilkan multi buah biseksual yang mengandung bunga betina pendek dan jantan. Semua pohon tin yang tumbuh di daratan Amerika adalah monoicous, demikian pula species Ficus Benghalensis, F Microcarpa, F Religiosa, F benjamina, F Elastica, F Lyrata, F Sycomorus dan F Macrophylla. Sementara pohon tin dioicous mencakup bukan hanya pohon tin yang biasa (Ficus Carica), tetapi juga F Aspera, F Auriculata, F Deltoidea, F Pseudopalma dan F Pumila.

Pohon tin biseksual yang biasa dan multi buahnya disebut tin kapri (caprifigs), dari subfamily Caprinae kambing, karena buah-buah ini biasa dimakan kambing (kadang dikatakan “tidak bisa dimakan”). Pohon tin betina yang biasa, menghasilkan multi buah tin “yang dapat dimakan”. Tawon Tin tumbuh di dalam tin kapri tetapi tidak di dalam multi buah pohon tin betina karena tawon-tawon ini secara fisik tidak dapat meletakkan telur pada bunga betina panjang. Tawon-tawon buah tin betina masuk ke dalam multi buah tin betina untuk meletakkan telur-telurnya dan dalam prosesnya menyerbuki bunga-bunga betina (dengan serbuk sari yang dibawa dari multi buah tempat perlindungannya). Bunga-bunga yang sudah diserbuki ketika matang masing-masing tumbuh menjadi buah dan benih yang secara bersamaan menjadikan multi buah tin terlihat begitu menarik untuk dimakan. Bila tawon mati dalam keadaan masih memiliki telur, tubuhnya terurai oleh enzym di dalammulti buah tin. Tawon tin tidak mengandung penyakit yang berbahaya bagi manusia.

Pada temperatur sedang, tawon tin berhibernasi di dalam buah tin, dan pohon tin berbuah yang berbeda. Tin Kapri berbuah tiga kali setahun; pohon tin yang bisa dimakan, dua kali. Yang pertama dari kedua buah itu bentuknya kecil dan disebut breba. Sebagian multi buah tin yang bisa dimakan sama sekali tidak memerlukan penyerbukan, dan akan menghasilkan multi buah tin (meski tanpa benih subur) tanpa kehadiran tin kapri dan tawon tin.

Satu species tawon tin hanya dapat memfertilisasi bunga tin dari satu species pohon tin, oleh karenanya menanam pohon tin di luar radius tempat tinggal tawon-tawon ini menghasilkan individu-individu steril. Sebagai contoh, di Hawaii, ditanam sejumlah 60 species tin tetapi hanya empat tawon tin yang dapat memfertilisasi yang dikenalkan, akibatnya hanya empat species tin yang menghasilkan benih yang fertil.

Pohon Tin juga mudah dikembangbiakan dengan stek. Pohon Tin dengan akar sangat lebar dengan daun ramping yang tumbuh di Afrika Selatan dilindungi oleh Wonderboom Nature Reserve.

Pohon Tin yang biasa, Ficus Carica, adalah perdu lebar, deciduous (daunnya gugur) atau pohon kecil yang tumbuh di Asia Barat Daya dan Mediterania Timur (Yunani, Afganistan).


Ficus Carica tumbuh hingga ketinggian 3-10 meter. Daunnya 12-25 cm panjang dan 10-18 cm lebar dengan tiga atau lima cuping. Getah bagian berwarna hijau pohon ini iritan untuk kulit manusia. Multi buahnya 3-5 cm panjangnya dan biasanya berwarna hijau sebelum matang dan ungu ketika matang. ::New World Encyclopedia

Your IP Address is: 38.107.191.106

Link Exchange
Copyright © 2010 Holland Florist Bandung. Powered by Zen Cart | Red Passion theme by CssTemplateHeaven

Valid XHTML 1.0 Transitional